Jumat, 01 April 2011

Karya Ilmiah (Ujian Praktek)


UPAYA MENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai tugas untuk menghantarkan peserta didik untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Sekolah juga dipercaya sebagai satu-satunya cara agar manusia pada zaman sekarang dapat hidup mantap di masa yang akan datang. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat tergantung pada proses belajar-mengajar di kelas.
Dalam pembelajaran di sekolah, terdapat banyak unsur yang saling berkaitan dan menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Unsur-unsur tersebut adalah: pendidik (guru), peserta didik (siswa), kurikulum, pengajaran, tes, dan lingkungan. Siswa sebagai subjek dalam proses tersebut juga sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Salah satu tugas pendidik atau guru adalah menciptakan suasana pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dengan baik dan bersemangat. Suasana pembelajaran yang demikian akan berdampak positif dalam pencapaian prestasi belajar yang optimal. Oleh karena itu guru sebaiknya memiliki kemampuan dalam memilih metode dan media pembelajaran yang tepat. Ketidaktepatan dalam penggunaan metode dan media akan menimbulkan kejenuhan bagi siswa dalam menerima materi yang disampaikan sehingga materi kurang dapat dipahami yang akan mengakibatkan siswa menjadi apatis.
            1.2     Masalah Penelitian
1.2.1    Apa saja faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar siswa?
1.2.2    Bagaimana upaya meningkatkan Prestasi Belajar siswa?

            1.3     Tujuan Penelitian
                                    Berdasarkan Rumusan masalah di atas, tujuan yang akan diperoleh melalui penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan beberapa faktor yang mempengaruhinya.
            1.4     Manfaat Penelitian
Secara garis besar hasil penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut.
1.4.1    Memberikan sumbangan pengetahuan dan bahan tambahan referensi bagi masyarakat, khususnya tentang upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.4.2    Sebagai bahan referensi untuk mengkaji permasalahan tentang upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.4.3    Dapat menjadi bahan masukan bagi para guru yang mengajar di sekolah dan orang tua siswa untuk lebih meningkatkan kompetensi dalam mengajar dan mendidik siswa.
1.4.4    Memberi masukan tentang salah suatu upaya dalam meningkatkan prestasi belajar.
            1.5     Metode Penelitian
1.5.1.   Tempat dan waktu penelitian
            Penelitian dilakukan di website yang berhubungan dengan judul serta pengumpulan informasi dari buku PKn.
1.5.2.   Subjek Penelitian
            Subjek penelitian adalah berupa data-data dari buku dan data-data elektonik.


1.5.3.   Instrumen Penelitian
            Instrumen penelitian berupa Internet dan Buku Mata Pelajaran PKn untuk pengumpulan data-data.
1.5.4.   Metode Penelitian
1.5.4.1   Menggunakan internet untuk mencari informasi dan referensi mengenai judul.
1.5.4.2   Mengunakan media cetak yaitu, buku mata pelajaran PKn yang berada di perpustakaan sekolah untuk mengumpulkan data informasi mengenai judul.

BAB II
PEMBAHASAN 

2.1.    Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan hasil evaluasi belajar yang diperoleh atau dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu. Bentuk konkrit dan prestasi belajar adalah dalam bentuk skor (nilai) akhir dari evaluasi yang dimasukkan dalam nilai rapor. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dilakukan evaluasi.
Prestasi belajar merupakan wujud yang menggambarkan usaha belajar yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa, ataupun orang lain dan lingkungannya. Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah melalui proses belajar yang ditunjukkan dalam bentuk angka, huruf ataupun tindakan yang mencerminkan prestasi anak dalam periode tertentu dalam belajar.
Siswa berprestasi adalah siswa yang diharapkan baik oleh sekolah, guru maupun orang tua. Namun untuk meraih prestasi belajar tidaklah mudah. Ada upaya meningkatkan prestasi belajar yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Diperlukan kerja sama yang erat antara guru, siswa dan orang tua di dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
Untuk berprestasi terlebih dahulu seorang siswa harus bisa mengenali potensi yang aada pada dirinya. Potensi diri yang positif seperti memiliki idealisme, dinamis dan kreatif, keberanian
2.2.    Hal Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Untuk melakukan Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar, diperlukan informasi yang lengkap tentang hal yang mempengaruhinya. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Salah satu hal terpenting adalah motivasi.
Motivasi merupakan dorongan yang memberikan semangat kepada siswa untuk meraih segala prestasi. Dengan adanya motivasi yang kuat, modal utama telah diraih dalam upaya meningkatkan prestasi belajar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan dalam dua bagian, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
2.2.1    Faktor ekstern
            faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang berasal dari luar diri siswa. Faktor-faktor ekstern itu antara lain.
2.2.1.1 Latar belakang pendidikan orang tua
Latar belakang pendidikan orang tua paling mempengaruhi prestasi belajar. Semakin tinggi pendidikan orang tua, maka anak dituntut harus lebih berprestasi dengan berbagai cara dalam pengembangan prestasi belajar anak.
2.2.1.2 Status ekonomi sosial orang tua
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya. Jika anak hidup dalam keluarga yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang terpenuhi, akibatnya kesehatan anak terganggu. Akibatnya, belajar anak juga terganggu.
2.2.1.3 Ketersediaan sarana dan prasarana di rumah dan sekolah
Sarana dan prasarana mempunyai arti penting dalam pendidikan dan sebagai tempat yang strategis bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sekolah harus mempunyai ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, halaman sekolah dan ruang kepala sekolah. Sedangkan di rumah diperlukan tempat belajar dan bermain, agar anak dapat berkeasi sesuai apa yang diinginkan. Semua tujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan anak didik
2.2.1.4 Media yang di pakai guru
Media digunakan demi kemajuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung dari baik tidaknya media yang digunakan dalam pendidikan yang dirancang. Bervariasi potensi yang tersedia melahirkan media yang baik dalam pendidikan yang berlainan untuk setiap sekolah.

2.2.1.5 Kompetensi guru
Kompetensi guru adalah cara guru dalam pembelajaran yang dilakukannya terhadap siswa dengan metode atau program tertentu. Metode atau program disusun untuk dijalankan demi kemajuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung dari baik tidaknya program pendidikan yang dirancang. Bervariasi potensi yang tersedia melahirkan metode pendidikan yang berlainan untuk setiap sekolah.
Hal kedua yang ikut berpengaruh adalah kondisi siswa baik itu di rumah maupun di sekolah. Pergaulan yang tepat akan bisa mendukung prestasi belajar. Begitu juga sebaliknya, pergaulan yang salah bisa membuat prestasi anak menukik tajam ke bawah.
2.2.2    Faktor Intern
Faktor yang mempengaruhi pretasi belajar yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor-faktor intern itu antara lain.
2.2.2.1 Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemampuan belajar. Siswa yang kesehatannya baik akan lebih mudah dalam belajar dibandingkan dengan siswa yang kondisi kesehatannya kurang baik, sehingga hasil belajarnya juga akan lebih baik.
2.2.2.2 Kecerdasan / intelegensia
Kecerdasan/intelegensia besar pengaruhnya dalam menentukan seseorang dalam mencapai keberhasilan. Seseorang yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih cepat dalam menghadapi dan memecahkan masalah, dibandingkan dengan orang yang memiliki intelegensi rendah. Dengan demikian intelegensi memegang peranan dalam keberhasilan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Demikian pula dalam prestasi belajar. Siswa yang memiliki tinggi, prestasi belajarnya juga akan tinggi, sementara siswa yang memiliki intelegensia rendah maka prestasi yang diperoleh juga akan rendah.

2.2.2.3 Cara belajar
Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya. Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis dan ilmu kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
2.2.2.4 Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Siswa yang belajar sesuai dengan bakatnya akan lebih berhasil dibandingkan dengan orang yang belajar di luar bakatnya.
2.2.2.5 Minat
Seorang siswa yang belajar dengan minat yang tinggi maka hasil yang akan dicapai lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang berminat dalam belajar.
2.2.2.6 Motivasi
Motivasi sebagai faktor intern berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar. Dengan adanya motivasi maka siswa akan memiliki prestasi yang baik, begitu pula sebaliknya.
Kondisi di rumah juga menjadi faktor penentu, bagaimana dukungan orang tua terhadap prestasi belajar anak. Orang tua wajib melakukan pendampingan dan pengawasan saat anak belajar di rumah.
Itulah dua faktor utama yang bisa menjadi pendukung maupun penghalang prestasi belajar siswa. Faktor internal yang berasal dari diri anak sendiri yang berupa motivasi. Faktor eksternal yang berupa peran orang tua dan lingkungan di dalam mendukung upaya meningkatkan prestasi belajar.


2.3     Upaya yang Bisa Dilakukan
Segala daya dan upaya yang dilakuakan untuk mencapai suatu prestasi selalu ditandai dengan penggunaan cara-cara yang lebih baik. Caranya adalah selalu kreatif dan inofatif, bertanggung jawab, bekerja keras, dan dapat memanfaatkan sumber daya yang ada.
 Faktor-faktor penentu sudah dilakukan, langkah berikutnya adalah mengembangkan upaya meningkatkan prestasi belajar. Ada upaya yang bisa dilakukan baik itu oleh diri anak maupun orang tua dan guru di sekolah. Setiap individu memiliki peranannya masing-masing di dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
Dari sisi siswa, kesadaran akan pentingnya masa depan merupakan dasar menciptakan motivasi yang kuat untuk berprestasi. Saat siswa sudah sampai tahap sadar akan tanggung jawabnya,  akan secara otomatis dapat memotivasi diri sendiri untuk berprestasi.
Dari segi guru, diperlukan dukungan yang baik dalam meningkatkan motivasi siswa. Pujian dan penghargaan atas prestasi yang diraih siswa adalah salah satu bentuk yang bisa diterapkan. Dengan menghargai kerja keras siswa untuk berprestasi, siswa akan menjadi semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.
Untuk orang tua, upaya meningkatkan prestasi belajar anak bisa dimulai dengan memberikan dampingan dan pujian saat anak berhasil meraih prestasi. Orang tua juga harus memastikan kondisi yang mendukung untuk anak belajar di rumah. Pemberian penghargaan atas kerja keras anak juga bisa dilakukan dengan berbagai bentuk baik itu yang secara moril maupun materiil.
Masih banyak upaya meningkatkan prestasi belajar yang bisa dilakukan. Intinya adalah kerjasama yang baik dari setiap pihak di dalam mendukung tercapainya prestasi belajar. Saat prestasi belajar tercapai, anak akan semakin percaya diri, orang tua dan guru akan akan semakin bangga memiliki siswa dan anak berprestasi.


BAB III
PENUTUP
3.2     Kesimpulan
Untuk berprestasi terlebih dahulu seseorang harus bisa mengenali potensi yang ada pada dirinya. Potensi diri yang positif seperti memiliki idealisme, dinamis dan kreatif, keberanian mengambil resiko,optimis dan kegairahan semangat, kemandirian dan disiplin murni,sik yang kuat dan sehat, sikap ksatria, terampil dalam menerapkan IPTEK, kompetitif, daya pikir yang kuat dan memiliki bakat harus terus ditumbuh kembangkan. Potensi diri yang negatif seperti mudah diadu domba, kurang berhati-hati, emosional, kurang percaya diri, dan kurang mempunyai motivasi hendaknya dikurangi atau jika bisa harus dihilangkan.
Upaya mencapai prestasi dapat dilakukan dengan cara-cara kreatif dan inovatif, tanggung-jawab, bekerja keras, dan memanfaatkan sumber daya. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan kita harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Untuk itulah setiap individu dituntut untuk menguasai beberapa keterampilan seperti keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan dalam bidang tertentu.
            3.3     Saran
3.2.1    Sebaiknya sebagai pendidik haruslah lebih memotivasi anak didiknya agar lebih meningkatkan prestasi belajarnya.
3.2.2    Sebaiknya, kerjasama pendidik terhadap anak didik lebih ditingkatkan.
3.2.3    Sebaiknya guru pengajar disekolah menggunakan cara mengajar yang lebih disukai atau dimengerti siswa didiknya serta menggunakan media mengajar yang kontraproduksi dengan kegiatan belajar di sekolah.


DAFTAR RUJUKAN




DAFTAR PUSTAKA
Priyanto, Sugeng. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan SMP kelas IX edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan




NB: Ini karya ilmiah yg aku buat waktu Ujian Praktek Kelas IX, hehehe.... :D aku cuma ngepost BAB I - BAB III untuk kata pengantar dan daftar isi sepertinya tidak begitu penting untuk dipost disini -__- hmmm...mungkin isinya kurang menarik n membosankan :s .  Jujur aku kurang bisa n berpengalaman buat karya ilmiah. -__-

Senin, 10 Januari 2011

NARRATIVE TEXT


Brown Shelled Snail


In the middle of a down pour, in the field there is a snail named Sipo take shelter behind his shells. While wait for the rain to stop, he always complained, that he want to immediately make friend.
Rain had stoped. Sipo decided to go for a walk. He crawled up to branches at the edge of small pond. From that place, he saw his reflection in the water surface.
“Why my shell was very ugly??? The colour was only brown.” he complained disappointed. “I want to be like the snail in the other side of pond. Their shells are colourful beautifully!!.”
Sipo saw on the other side of the pond, there he saw a group of snails with brightly coloured shells. They are having fun lunch “Nobody want to talk to me, I’m ugly and worn once”.
But...Suddenly a bad thing happened, Sipo heard a cry for help, he turned and saw a baby snails splashed, because he tried to reach the leaves that float in the pond.
Sipo immediately ran into the edge of the branch, so  the branch went downwards into the surface of the pond. Then Sipo immediately reach the baby snail and said “Went up to my back. I will rescue you!!!”
The baby snail, immediately crawled to Sipo’s large shell. Then Sipo got down from the branch.
Finally they Arrived in the land...
There Sipo ask “what was your name young snail???”
“i,...I am Pipo” he answered
“Well then, now tell me where your house Pipo??? I will escort you to your home” Sipo said.
“Oh. My home far across the pond,” Pipo answered. “My mom told me  that I must not go too far, but I saw a butterfly and followed it until here.
“Okay, then went into top of my shell” Sipo said.
Pipo sit down on Sipo’s shell safely. Sipo deliver Pipo to go across the pond, to the colourful flower beds. Pipo’s mom saw them with anxious face. But she was very excited when she saw Pipo’s fine.
Sipo explain what happened. Then Pipo’s Mom invited Sipo to their homes. “I have some fresh leaves. Stay a while and drink a tea with us” Ask Pipo’s mom.
“Yes please.” Sipo answered politely.
After they finished drank tea. Pipo want to ride into Sipo’s shell again. Glady, Sipo take him around.
“Come here again!!!” says Pipo’s Mom, when Sipo will back to his home.
Sipo back to his home  happily. He was not sad anymore.
“I don’t care if my shell brown and ugly” burble him. “Now, I can played with Pipo and drank a tea with Kind-hearted Pipo’s mother.

---The End---


Siput Bercangkang Coklat

            Di tengah hujan yang lebat, di sebuah ladang, seekor siput yang bernama Sipo berlindung dibalik cangkangnya. Sambil menunggu hujan reda, ia selalu mengeluh, bahwa ia ingin segera mendapatkan teman.
            Hujan sudah berhenti. Sipo memutuskan untuk  berjalan jalan. Ia merayap naik ke atas dahan tanaman di tepi kolam kecil, dari atas tempat itu,  ia melihat bayangannya di permukaan air.
            “Kenapa cangkangku jelek sekali??? Warnanya hanya coklat” Keluhnya sedih. “Aku ingin seperti siput-siput di seberang kolam. Cangkang mereka berwarna-warni indah”
             Sipo melihat keseberang kolam, tampak sekelompok siput Dengan cangkang berwarna-warni cerah. Mereka sedang asyik makan siang. “Tak ada yang mau bicara dengan ku. Aku jelek dan lusuh sekali”
            Tapi...Tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi. Sipo mendengar teriakan minta tolong. Ia berbalik dan melihat bayi siput tercebur kedalam air, karena ia mencoba meraih daun yang mengapung di kolam.
            Sipo buru-buru meluncur ke ujung dahan, sehingga dahan menjulur turun ke permukaan air kolam. Lalu Sipo segera meraih bayi siput dan berkata “Naiklah ke punggungku. Aku akan menyelamatkanmu”
            Bayi siput segera merayap naik ke cangkang Sipo yang besar. Sipo lalu turun dari dahan.
            Setiba di tanah...
            Sipo bertanya “Siapakah namamu Siput kecil???”
            “A,...aku Pipo” Jawabnya.
            “Lalu, sekarang katakana dimana rumahmu Pipo??? aku akan mengantarmu pulang kerumah mu” kata Sipo.
            “Oh, rumahku jauh di seberang kolam,” Jawab Pipo. “Mama sudah bilang padaku, bahwa aku tidak boleh pergi terlalu jauh, tapi tadi aku melihat kupu-kupu dan mengikutinya sampai kesini”
            “Baiklah, kalau begitu naiklah kecangkangku” kata Sipo.
            Pipo duduk di cangkang Sipo dengan aman. Sipo mengantar Pipo ke seberang kolam, kerumpun bunga warna-warni. Mama Pipo melihat mereka dengan wajah cemas. Tapi ia sangat gembira ketika melihat pipo baik-baik saja.
            Sipo menjelaskan apa yang terjadi. Mama Pipo mengundang Sipo kerumah mereka. “Aku punya beberapa lembar daun segar, tinggallah sebentar dan minum teh bersama kami” Ajak Mama Pipo.
            “Ya silahkan” Jawab Sipo dengan sopan.
            Setelah mereka selesai minum teh, Pipo merengek ingin naik kecangkang Sipo lagi, dengan senang hati Sipo mengajaknya berkeliling.
            “Datanglah kemari lagi” kata mama Pipo saat Sipo akan pulang.
            Sipo pulang kerumah dengan gembira. Ia  tidak lagi sedih.
            “Aku tidak peduli walau cangkangku coklat dan jelek” Gumannya. “Sekarang, aku bisa bermain dengan Pipo dan minum teh dengan Mama Pipo yang baik hati”

--- Sekian ---

Minggu, 10 Oktober 2010

Tugas Agama Hindu (kelas IX)


KERAJAAN Majapahit

BERDIRINYA KERAJAAN MAJAPAHIT
          Pada tahun 1292, Kerajaan Singosari diserang oleh Raja Jayakatwang dari kerajaan Kediri. Akibat dari penerangan itu raja singosari bernama Kertanegara gugur. Raden Wijaya, seorang keturunan penguasa singosari bersama istrinya berhasil meloloskan diri. Ia menyeberang ke Madura dan minta bantuan kepada Wiraraja. Atas bantuan Wiraraja, Raden Wijaya dianjurkan kembali ke Kediri untuk kura-kura mengabdikan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan Wiraraja, Jayakatwang menerima pengabdian Raden Wijaya dan ia dihadiahi tanah di hutan tarik. Dengan bantuan pengikutnya, Raden Wijaya mulai membangun daerah tersebut. Ketika sedang bekerja, salah seorang dari mereka menemukan buah maja, kemudian dimakannya. Ternyata buah maja itu rasanya pahit. Sejak saat itu, daerah itu disebut Majapahit.
            Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1293 M. Munculnya kerajaan majapahit erat hubungannya dengan keruntuhan kerajaan singosari. Tokoh yang berperan merintis majapahit adalah Raden Wijaya, cucu dari Mahisa Campaka atas anjuran arya wiraraja Raden Wijaya menyerahkan diri kepada jaya katwang. Tindakan itu sebetulnya merupakan strategi untuk mencari saat yang tepat melakukan serangan balasan.
            Berkat jaminan, raden wijaya dkk di terima di Kediri. Bahkan, selanjutnya ia di perbolehkan membuka hutan tarik (trowulan) untuk di jadikan desa. Di desa inilah persiapan untuk menggulingkan jaya katwang di lakukan. Desa itu pula yang mengawali berdirinya majapahit.
            Melalui tipu muslihat yang jitu, Raden Wijaya berhasil mengajak pasukan Mongol untuk menyerang Kediri. Perlu diketahui, kedatangan pasukan Mongol mula-mula adalah menghancurkan Singhasari. Namun, saat pasukan mendarat di Tuban, Singhasari telah hancur. Pasukan gabungan Raden Wijaya dan mongol berhasil merebut Kediri. Kemudian, kembali dengan tipu musliat, pasukan Raden Wijaya berhasil mengusir pasukan Mongol. Saat berpesta pora, pasukan Raden Wijaya melakukan serangan mendadak.
Dengan kehancuran Kadiri dan kepergian pasukan Mongol, terjadi kekuasaan-kekuasan di Jawa timur. Kesempatan itu di maanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan baru yang akan di segani di kemudian hari yaitu kerajaan Majapahit.

SISTEM PEMERINTAHAN MAJAPAHIT
1.      SRI KERTARAJASA JAYAWARDHANA
Setelah keadaan aman, pada tahun 1293, Raden Wijaya naik tahta menjadi raja Majapahit pertama dengan gelar KERTARAJASA JAYAWARDHANA. Ia memerintah majapahit lebih kurang selama 16 tahun.
Kertarajasa memerintah dengan tegas dan bijaksana. Keadaan negara pada masa pemerintahaannya menjadi tenang dan aman. Kertarajasa wafat pada tahun 1309, dengan meninggalkan 3 orang anak. Dua orang anak perempuan dari Gayatri yaitu Bhre Kahuripan dan Bhre Daha, dan satu anak laki-laki dari Parameswari yaitu Jayanegara.
2.      SRI JAYANEGARA
Setelah Raden Wijaya meninggal, ia digantikan oleh putranya Kala Gamet yang bergelar Sri Jayanegara. Ia memerintah Majapahit selama lebih kurang 19 tahun.
Pada masa pemerintahan Jayanegara, keadaan dalam negara Majapahit mengalami kekacauan. Sering terjadi pemberontakan-pembeerontakan seperti pemberontakan Ranggalawe (1309), pemberontakan Sora (1311), pemberontakan Nambi (1316), dan pemberontakan Kuti (1319). Pemberontakan itu dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan terhadap jabatan yang diberikan raja kepada mereka.
Masa pemerintahan Jayanegaa berakhir tragis. Ia tewas terbunuh oleh Tanca, salah seorang dharmaputra. Meskipun demikian, tahta kerajaan Majapahit dapat diselamatkan.
3.      TRIBHUWANOTTUNGGADEWI
Karena Jayanegara tidak meninggalkan putera, hak tahta Kerajaan Majapahit berada pada puteri Kertanagara. Putrid yang masih hidup bernama Gayatri. Namun, karena sudah menjadi pertapa, tahta kerajaan diwakili oleh puterinya Tribhuwanottunggadewi. Ia memerintah sampai Gayatri meninggal. Setelah itu, tahta harus diserahkan kepada putera Tribhuwanottunggadewi.
Tribhuwanottunggadewi memerintah Majapahit selama lebih kurang 22 tahun. Kemelut plotik masih muncul, antara lain pemberontakan Sadeng. Dalam kemelut itu, kembali Gajah Mada, yang sudah menjadi Patih Daha, tampil mmemadamkan pemberontakan. Atas jasanya itu, patih Amangkubhumi Arya Tadah mengusulkan kepada ratu agar Gajah Mada menggantikannya. Kemudian, Gajah Mada dilantik menjadi patih amangkubhumi, jabatan tertinggi di Majapahit sesudah raja. Saat pelantikannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Isi sumpah Palapa ialah cita-cita Gajah Mada mempersatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Menjelang akhir pemerintahan Tribhuwanottunggadewi, keadaan Majapahit aman dan sejahjera. Bahkan, kerajaan itu sudah mulai mananamkan pengaruhnya di luar Pulau Jawa.
4.      SRI RAJASANEGARA
Setelah Gayatri wafat, Tribhuwanottunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada puteranya, Hayam Wuruk. Hayam Wuruk naik tahta dengan bergelar Sri Rajjasanegara. Ia memerintah Majapahit selama 39 tahun. Ketika itu, jabatan patih amangkubhumi tetap dipegang Gajah Mada. Keduanya menjadi dwitunggal yang membawa Majapahit menuju puncak kebesaran.
Di bawah pemerintahan Sri Rajasanegara di damping Gajah Mada, persatuan Nusantara selangkah demi selangkah dapat diwujudkan. Akan tetapi, keberhasilan itu sempat dinodai oleh peristiwa Bubat. Setelah peristiwa itu, Gajah Mada sempat mengundurkan diri, namun kemudian ia aktif lagi dalam pemerintahan.
Akhir kejayaan Majapahit diawali dengan wafatnya Gajah Mada pada tahun 1364 M. Tidak ada lagi tokoh Majapahit setangunh Gajah Mada. Selama 3 tahun, jabatan patih amangkubhumi lowong. Barulah kemudian Gajah Enggon diangkat menduduki jabatan tersebut.
Majapahit semakin suram dengan wafatnya Rajasanegara pada tahun 1389 M. Selanjutnya, kerajaan itu kembali diisi oleh kemelut politik berupa pemberontakan dan perang saudara.



KERUNTUHAN KERAJAAN MAJAPAHIT
            Sejak abad ke-14 M, Majapahit mengalami kemunduran. Penyebabnya antara lain sebai berikut:
  • Sepeninggal Rajasanegara dan Gajah mada, tidak ada lagi pemimpin yang cakap. Penguasa Majapahit selanjutnya, seperti Wikraamawardhana dan Suhita tidak mampu secara tegas menindak pembangkangan Bhre Wirabhhumi dari Blambangan. Akibatnya, timbul sengketa keluarga berlarut-larut.
  • Terjadinnya persengketaan keluarga yang berlarut-larut. Persengketaan berawal dengan meletusnya perang saudara yang disebut Perang Paregreg yang berlangsung selama 5 tahun. Walaupun akhirnya dimenangkan oleh majapahit, persengketaan keluarga tidak kunjung selesai. Setelah Suhita wafat, tahta Majapahit diirebut oleh adiknya Bhre Tumapel. Kemudian, ibu kota Majapahit terpaksa dipindahkan ke Kahuripan semasa pemerintahan Rajasarwadhana.
  • Terjadinya kekosongan kekuasaan, sepeninggal Rajasawardhana. Akibatnya, Majapahit tidak mampu mengendalikan wilayah bawahan.
  • Munculnya kerajaan Islam Demak dan Malaka yang mengambil alih pusat perdagangan di Nusantara.
SUMBER SEJARAH
Berita mengenai Kerajaan Majapahit berasal dari berbagai sumber sebagai berikut.
  • Prasasti Butak, yang mengisahkan peristiwa keruntuhan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan Majapahit. Prasasti ini menegaskan keterkaitan antara Singasari dan Majapahit.
  • Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama, yang mengisahkan perjuangan Raden Wijaya melawan Kadiri dan tahun-tahun awal perkembangan Majapahit.
  • Kitab Pararaton, yang menceritakan pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit.
  • Kitab Negarakrtagama, menceritakan keadaan Majapahit terutama masa pemerintahan Hayam Wuruk.
  • Berbagai peninggalan berupa bangunan candid an reruntuhan istana di Trowulan.